Karya: Korogli Kristan Siahaan
Kelas IV A – 2021/2022
Di tengah perjalanan, dari arah yang berlawanan ada seorang kakek berlari kecil dengan membawa sepedanya. Tak tahu-menahu mengapa uang dari kantong si kakek itu terjaruh dan berserekan di jalan raya. Tiba- tiba ibuku menepi dan meminta kepada seorang tukang parkir menghentikan kendaraan- kendaraan yang lalu-lalang sebab ibuku hendak mengumpulkan uang kakek yang berserakan itu.
Setelah semua terkumpul, ibuku
memutar sepeda motor dan melaju mengejar si kakek tersebut.
"Pak sebentar, ini uang
bapak terjatuh'" kata ibuku sambil memberikan uang itu.
Spontan si kakek memegang dan merogoh
kantong bajunya mencari- cari uangnya. Dengan senang hati si kakek pun menerima
uangnya dan berterimakasih.
Disela- sela percakapannya yang
singkat dengan ibuku, aku memperhatikan si kakek tersebut, mataku
menangkap tumpukan koran tergantung di sepedanya. Itu menyadarkanku bahwa
ternyata si kakek itu adalah penjual koran. Aku berpikir bahwa uangnya yang
terjatuh itu pastilah uang menjual koran satu hari itu.
Kami pun kembali melanjutkan
perjalanan pulang, ibuku mengatakan jangan enggan memberikan pertolongan
sekecil apa pun. Mungkin bagi orang kaya atau bagi kita uang itu kurang
bernilai, tapi bagi mereka itu sangat bernilai.
Tak terasa kami pun sampai di
rumah dengan selamat dan tidak kehujanan. Hari ini aku mendapat sebuah
pelajaran berharga bahwa kita tidak boleh enggan memberikan pertolongan kepada
sesama.







Mantap Bu Dwi..
BalasHapusKeren Korogli. Perbuatan baik seperti ini dapat menjadi teladan bagi kita semua. Kejujuran dan kepedulian terhadap sesama, adalah sikap dan sifat mulia.
BalasHapusMantap korogli. Selain dr sisi cerita yang menarik dan membangun nilai-nilai baik, tata bahasa yang korogli gunakan sangat rapi dan baik, semoga bisa menginspirasi teman-teman korogli supaya terus melakukan hal baik setiap harinya juga percaya diri untuk menulis karya sedari dini merupakan wujud apresiasi terhadap pemikiran yang positif. Tetap semangat korogli!!
BalasHapus