Jumat, 29 Oktober 2021
Kegiatan Coaching Clinic Pembatik Level 4 dimulai hari ini, dipandu oleh Mpok Hastuti, Duta Rumah Belajar dari Provinsi DKI Jakarta. Choaching akan dilaksanakan selama 4 hari, yaitu tanggal 29-30 Oktober, dan 1-2 November 2021. Para narasumber yang akan memberikan materi antara lain: Dr. Purwanto, Bang Indro, Mpok Helen, Mpok Syamsiah, Mpok Hastuti, Bang Diaz, dan Mpok Venez
Agenda coaching hari pertama:
1. Pembukaan
2.
Perkenalan nara sumber dan peserta
3.
Implementasi TIK dalam Pendidikan/Pembelajaran
4. Membangun Komunikasi dan kolaborasi dalam pemanfaatan rumah belajar
1.
Pembukaan
Kegiatan dibuka oleh Bapak Junaedi (Bang Juna), Kepala
Pusdatikomdik Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dengan menyampaikan selamat
kepada 30 peserta pembatik level 4. Dengan fasilitas dari Pusdatin
Kemendikbudristek saat ini para pendidik bisa berbagi dan berkolaborasi.
Dalam kegiatan couching penting bagi kita memberikan motivasi diri/self motivation. Kegiatan PembaTIK dimulai dari level literasi, implementasi, kreasi, dan saat ini kita berada di level berbagi dan berkolaborasi. Kita harus menghilangkan rasa sombong dalam diri, yang menganggap bahwa pencapaian ini karena kemampuan/kehebatan kita semata. Semua keberhasilan ini adalah karena karunai Allah yang telah menjadikan mata hati dan pikiran kita diberi kelebihan sehingga kita memiki kemampuan lebih.
Motivasi dari Bang Indro:
Semua bergerak dengan seperti palang pintu ada suara, ada music, kompak. Satu gerbong bergerak bersama. Yang berhasil tidak sombong, yang belum berhasil tidak patah semangat. Semua bergandengan bekerja sama membangun Jakarta.
2.
Perkenalan:
Perkenalan seluruh narasumber dan peserta PembaTIK level 4. Dimulai dari Bang Indro dengan pantunnya, dilanjutkan Mpok Venez, Bang Diaz, Bang Juna, Mpok Syam, Mpok Has, Mpok Helen, Bang Hafiz, dilanjutkan dengan 30 sahabat rumah belajar DKI Jakarta. Suasana cukup akrab dan meriah, hampir semua memperkenalkan diri didahului dengan sebuah pantun
3. Implementasi
TIK dalam Pendidikan/Pembelajaran
Materi ini disampaikan
oleh Dr. Purwanto. Jika ingin memajukan pendidikan
harus mampu mengintegrasikan teknologi informasi komunikasi ke dalam
pembelajaran. Guru di Provinsi DKI seharusnya sudah 100% mampu memanfaatkan ICT
dengan standar UNESCO framework. Untuk Indonesia
ada 4 level, yaitu: level literasi, implementasi, kreasi, berbagi dan
berkolaborasi. Beliau juga menyampaikan
selamat kepada peserta yang sudah berhasil mencapai level 4, yang berarti telah
diberi kesempatan sebagai pemegang obor dan penjaga nyala api Pendidikan.
Tujuan dari kegiatan
ini antara lain: (1) Diharapkan dapat mencapai tujuan pembatik, bisa terpilih
menjadi duta rumah belajar mewakili DKI, (2) meningkatkan derajat guru untuk
berbagi. Setelah kegiatan couching clinic, peserta akan memyelesaikan berbagai
modul, mampu mendaya gunakan TIK, menjadi guru influencer untuk mempengaruhi
guru-guru lain supaya di DKI 100% guru dapat mengintegrasikan TIK dalam
pembelajaran. Diharapkan semua peserta mempunyai blog, karya inovatif, serta saluran-saluran
media sosial yang bisa berbagi dengan rekan sejawat.
Harus bisa menjadi leader untuk mengajak follower, mampu
memilih tool yang tepat. Saat ini banyak sekali open educational recources, DRB
harus bisa mengantarkan DRB berikutnya dengan lebih baik. Jangan menunggu diberi ilmu, kita harus
mencari. Belajar sendiri, otodidak.
Belajar dari covid 19, memaksa manusia mengubah cara hidup,
belajar,cara mendapatkan makanan, termasuk dalam bidang Pendidikan. Paradigma belajar
sudah berubah menjadi anytime, anywhere, anydevice, dan anyone. Pembatik adalah motornya perubahan untuk Pendidikan.
Seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti program dengan serius untuk mencapai sukses, dan menikmati prosesnya. Jika semua berhasil dengan baik, kita bisa melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
4. Membangun Komunikasi dan Kolaborasi dalam Pemanfaatan Rumah Belajar
Materi ini disampaikan oleh Mpok Helen
Ada tiga konsep
komunikasi yaitu Intrapersonal, Interpersonal dan Publik
a) Konsep
Intrapersonal
Adalah komunikasi yang dilakukan oleh satu orang saja atau
terjadi dalam individu, seperti halnya ketika sedang menghayal, seolah-olah
kita sedang berkomunikasi dengan diri kita sendiri
Komponen-komponen komunikasi intrapersonal terdiri dari: Decoding,
integrasi, memori, schemata, Encoding, Umpan balik (feedback), dan Gangguan
Berupa elemen yang dapat menimbulkan hambatan-hambatan komunikasi.
Sedangkan tahapan dalam komunikasi intrapersonal adalah
sensasi, persepsi, memori, dan transmisi berfikir.
b)
Konsep Interpersonal
komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara dua orang atau lebih baik secara tatap muka ataupun melalui media dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima dapat menanggapi secara langsung pula.
Komunikasi
intrapersonal memiliki fungsi yang dapat memungkinkan orang untuk instropeksi
diri sehingga memahami kekuatan, potensinya, memotivasi diri, menyesuaikan diri
serta dapat membuat keputusan tentang sesuatu dengan benar, yang secara rinci
dapat dikatakan bahwa komunikasi intrapersonal dapat meningkatkan: a) Kesadaran
diri b) Rasa percaya diri c) Manajemen diri d) Motivasi diri e) Mandiri f)
kemampuan beradaptasi.
c) Konsep
Publik
Komunikasi publik adalah pertukaran pesan dengan sejumlah orang baik di dalam maupun di luar organisasi. Komunikasi publik merupakan suatu komunikasi yang dilakukan di depan banyak orang. Dalam komunikasi publik pesan yang disampaikan dapat berupa suatu informasi, ajakan, gagasan, dan ide, yang sarananya dapat berupa media massa, bisa pula melalui orasi pada rapat umum atau aksi demonstrasi, blog, situs jejaring sosial.
Komunikasi dapat
berhasil jika kita memiliki kepercayaan diri dan memahami audien yang kita ajak
berkomunikasi.
Pembukaan Coaching
Clinic juga disiarkan secara langsung melalui Radio Disdik Jakarta dengan link:
https://www.youtube.com/watch?v=QpIOpEy63cA&t=1508s






keren, pake banggetz
BalasHapusTerima kasih, Mpok Hastuti nan baik hati. Sudah membangunkanku dari tidur panjang :D
BalasHapusKeren bu dwi 🙏😇
BalasHapusBagus loh. Tetap Semangat!
BalasHapusSuwun, Mba Lily. Semoga sehat selalu.
HapusLuar biasa bu dwi.
BalasHapus