Minggu, 31 Oktober 2021

Resume Hari ke-1 Coaching Clinic Pembatik Level 4

Jumat, 29 Oktober 2021

Kegiatan Coaching Clinic Pembatik Level 4 dimulai hari ini, dipandu oleh Mpok Hastuti, Duta Rumah Belajar dari Provinsi DKI Jakarta.  Choaching akan dilaksanakan selama 4 hari, yaitu tanggal 29-30 Oktober, dan 1-2 November 2021. Para narasumber yang akan memberikan materi antara lain: Dr. Purwanto, Bang Indro, Mpok Helen, Mpok Syamsiah, Mpok Hastuti, Bang Diaz, dan Mpok Venez

Agenda coaching hari pertama:

1.  Pembukaan

2.  Perkenalan nara sumber dan peserta

3.  Implementasi TIK dalam Pendidikan/Pembelajaran

4.  Membangun Komunikasi dan kolaborasi dalam pemanfaatan rumah belajar


1.    Pembukaan

Kegiatan dibuka oleh Bapak Junaedi (Bang Juna), Kepala Pusdatikomdik Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dengan menyampaikan selamat kepada 30 peserta pembatik level 4. Dengan fasilitas dari Pusdatin Kemendikbudristek saat ini para pendidik bisa berbagi dan berkolaborasi.

Dalam kegiatan couching penting bagi kita memberikan motivasi diri/self motivation. Kegiatan PembaTIK dimulai dari level literasi, implementasi, kreasi, dan saat ini kita berada di level berbagi dan berkolaborasi.  Kita harus menghilangkan rasa sombong dalam diri, yang menganggap bahwa  pencapaian ini karena kemampuan/kehebatan kita semata. Semua keberhasilan ini adalah karena karunai Allah yang telah menjadikan mata hati dan pikiran kita diberi kelebihan sehingga kita memiki kemampuan lebih.

Motivasi dari Bang Indro:

Semua bergerak dengan seperti palang pintu ada suara, ada music, kompak. Satu gerbong bergerak bersama. Yang berhasil tidak sombong, yang belum berhasil tidak patah semangat. Semua bergandengan bekerja sama membangun Jakarta.


2.    Perkenalan:

Perkenalan seluruh narasumber dan peserta PembaTIK level 4.  Dimulai dari Bang Indro dengan pantunnya, dilanjutkan Mpok Venez, Bang Diaz, Bang Juna, Mpok Syam, Mpok Has, Mpok Helen, Bang Hafiz, dilanjutkan dengan 30 sahabat rumah belajar DKI Jakarta. Suasana cukup akrab dan meriah, hampir semua memperkenalkan diri didahului dengan sebuah pantun


3.    Implementasi TIK dalam Pendidikan/Pembelajaran

Materi ini disampaikan oleh Dr. Purwanto.  Jika ingin memajukan pendidikan harus mampu mengintegrasikan teknologi informasi komunikasi ke dalam pembelajaran. Guru di Provinsi DKI seharusnya sudah 100% mampu memanfaatkan ICT dengan standar UNESCO framework.  Untuk Indonesia ada 4 level, yaitu: level literasi, implementasi, kreasi, berbagi dan berkolaborasi.  Beliau juga menyampaikan selamat kepada peserta yang sudah berhasil mencapai level 4, yang berarti telah diberi kesempatan sebagai pemegang obor dan penjaga nyala api Pendidikan.

Tujuan dari kegiatan ini antara lain: (1) Diharapkan dapat mencapai tujuan pembatik, bisa terpilih menjadi duta rumah belajar mewakili DKI, (2) meningkatkan derajat guru untuk berbagi. Setelah kegiatan couching clinic, peserta akan memyelesaikan berbagai modul, mampu mendaya gunakan TIK, menjadi guru influencer untuk mempengaruhi guru-guru lain supaya di DKI 100% guru dapat mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran. Diharapkan semua peserta mempunyai blog, karya inovatif, serta saluran-saluran media sosial yang bisa berbagi dengan rekan sejawat.

Harus bisa menjadi leader untuk mengajak follower, mampu memilih tool yang tepat. Saat ini banyak sekali open educational recources, DRB harus bisa mengantarkan DRB berikutnya dengan lebih baik.  Jangan menunggu diberi ilmu, kita harus mencari. Belajar sendiri, otodidak.

Belajar dari covid 19, memaksa manusia mengubah cara hidup, belajar,cara mendapatkan makanan, termasuk dalam bidang Pendidikan. Paradigma belajar sudah berubah menjadi anytime, anywhere, anydevice, dan anyone.  Pembatik adalah motornya perubahan untuk Pendidikan.

Seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti program dengan serius untuk mencapai sukses, dan menikmati prosesnya.  Jika semua berhasil dengan baik, kita bisa melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.


4.    Membangun Komunikasi dan Kolaborasi dalam Pemanfaatan Rumah Belajar

     Materi ini disampaikan oleh Mpok Helen

Ada tiga konsep komunikasi yaitu Intrapersonal, Interpersonal dan Publik

a)    Konsep Intrapersonal

Adalah komunikasi yang dilakukan oleh satu orang saja atau terjadi dalam individu, seperti halnya ketika sedang menghayal, seolah-olah kita sedang berkomunikasi dengan diri kita sendiri

Komponen-komponen komunikasi intrapersonal terdiri dari: Decoding, integrasi, memori, schemata, Encoding, Umpan balik (feedback), dan Gangguan Berupa elemen yang dapat menimbulkan hambatan-hambatan komunikasi.

Sedangkan tahapan dalam komunikasi intrapersonal adalah sensasi, persepsi, memori, dan transmisi berfikir.

 

b)    Konsep Interpersonal

komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara dua orang atau lebih baik secara tatap muka ataupun melalui media dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima dapat menanggapi secara langsung pula.

Komunikasi intrapersonal memiliki fungsi yang dapat memungkinkan orang untuk instropeksi diri sehingga memahami kekuatan, potensinya, memotivasi diri, menyesuaikan diri serta dapat membuat keputusan tentang sesuatu dengan benar, yang secara rinci dapat dikatakan bahwa komunikasi intrapersonal dapat meningkatkan: a) Kesadaran diri b) Rasa percaya diri c) Manajemen diri d) Motivasi diri e) Mandiri f) kemampuan beradaptasi.

 

c)    Konsep Publik

Komunikasi publik adalah pertukaran pesan dengan sejumlah orang baik di dalam maupun di luar organisasi. Komunikasi publik merupakan suatu komunikasi yang dilakukan di depan banyak orang. Dalam komunikasi publik pesan yang disampaikan dapat berupa suatu informasi, ajakan, gagasan, dan ide, yang sarananya dapat berupa media massa, bisa pula melalui orasi pada rapat umum atau aksi demonstrasi, blog, situs jejaring sosial.

Komunikasi dapat berhasil jika kita memiliki kepercayaan diri dan memahami audien yang kita ajak berkomunikasi.

 

Pembukaan Coaching Clinic juga disiarkan secara langsung melalui Radio Disdik Jakarta dengan link: https://www.youtube.com/watch?v=QpIOpEy63cA&t=1508s

6 komentar: