Adanya
kebijakan pemerintah untuk belajar dan bekerja di rumah akibat pandemi Covid 19
menyebabkan sistem pembelajaran konvensional yang dilaksanakan oleh sebagian besar
guru tiba-tiba harus digantikan dengan pembelajaran menggunakan berbagai
aplikasi pembelajaran daring yang dapat memberi ruang interaksi langsung guru
dengan siswa.
Menyikapi
Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta nomor 2/SE/2020 tentang
Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 dan
kebijakannya memindahkan kegiatan proses pembelajaran di rumah dalam upaya
memutuskan mata rantai penyebaran virus yg mematikan dan sangat menular ini, maka
para guru suka atau tidak suka harus berupaya mempelajari berbagai media untuk
melaksanakan pembelajaran online dari rumah masing-masing. Sebagai pendidik
kita juga memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengedukasi siswa kita,
masyarakat sekitar, keluarga bahkan diri kita sendiri tentu saja dengan
mengikuti anjuran pemerintah yakni belajar secara daring dan social/physical distancing
agar terhindar dari ancaman wabah Covid 19.
Saya
merasa sangat bersyukur bahwa jauh sebelum keadaan menjadi seperti ini, saya
sudah terbiasa melaksanakan kegiatan belajar secara daring, walaupun tidak se-intens
seperti saat ini. Seminggu sekali, siswa diberikan tugas akhir pekan dengan
sistem daring. Ada beberapa aplikasi yang sudah familier dengan para siswa,
seperti Google Form, Quizizz, dan Kahoot. Saya sangat berterima kasih kepada Pak Sukani
dengan DOGMIT-nya (Diklat Online Guru Melek IT), yang membuat kami, para guru
di Indonesia sangat siap menghadapi situasi sulit seperti ini. Sudah ribuan
guru yang dibimbing beliau, yang saat ini tentu sangat merasakan manfaatnya. Tidak
gagap dan panik ketika sistem belajar harus berubah drastis.
Di
tengah suasana yang tidak menentu ini, beliau kembali berbagi ilmu tentang "Inovasi
Pembelajaran QuizWord, Sidebooks, Nohands dan Coverbox untuk pendidikan”.
Inilah yang saat ini kita butuhkan. Pandemi Covid 19 memaksa kita dengan
pembelajaran berbasis internet. Dengan
QuizWord, guru sangat mudah menilai tanpa kertas, siswa dapat mengetahui hasil
penugasan pada kuis. Di samping pembuatannya yang bisa dilakukan secara
offline, karena menggunakan word. Pengirimannya kepada siswa juga sangat mudah,
bisa dikirimkan melalui WAG. Tentu ini akan memudahkan guru dan siswa.
Tulisan ini saya akhiri dengan sebuah harapan agar guru-guru Indonesia tetap semangat. Semoga pandemi cepat berlalu. Kita isi waktu
luang kita dengan belajar dan terus belajar. DOGMIT Indonesia senantiasa
memberikan ilmu yang sangat bermanfaat untuk pendidikan.






0 comments:
Posting Komentar